MORAL FORCE

MORAL FORCE

#MENGKRITISI   MORAL   PEMIMIPIN   BANGSA  INDONESIA  PADA  SAAT   INI  DAN  BERI  SARAN   UNTUK  PERUBAHAN KEDEPAN


            Era globalisasi yang dibumbui dengan technology,telecommunication and toursm membuat pergeseran-pergeseran  yang signifikan pada nilai moral warga Negara Indonesia,tak terkecuali para pemimipin bangsa kita.Hal tersebut pastinya akan berdampak besar pada masyarakat,berbangsa dan berengara.padahal pemimipin bangsa merupakan perwakilan rakyat yang diberi amanat untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat.

            Akhir-akhir ini bangsa kita sedang dihadapkan pada kemiskinan moral para pemimipin.Moral kepemimpinan bagi pemimpin tingkat nasional bersumber pada nilai dasar pancasila.aktualisasi moral kepemimipinan berdasar pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara kini menjadi sangat penting jika dikaitkan dengan pembangunan nasional.

            Berbeda dengan pemimpin diEra kemerdekaan dulu,yang rela  mengorbankan jiwa dan raganya untuk Indonesia.kini sangat sedikit pemimpin bangsa yang memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme,bahkan sudah tidak asing lagi di Negara kita,jika dikaitkan antara pemimpin dan korupsi.akibatnya masyarakat kita sendiri yang tetap hidup dalam taraf kemiskinan karena uang yang seharusnya menjadi hak mereka berpindah tangan kedalam harta pribadi milik penguasa yang tidak bermoral.janji yang dielu-elukan dulu tinggal kenangan,Masyarakat hanya bisa menuntut dan menuntut,meminta pertanggung jawaban atas janji yang pernah diikrarkan.

            Masalah pelik yang menjadi topik utama di Indonesia tentang masalah moral pemimpin adalah kasus korupsi yang sudah dianggap wajar bagi pemimpin kita,mereka sudah tidak malu-malu lagi memakan uang rakyat,mendahulukan hak mereka dibandingkan kewajibannya.padahal Negara sudah memberikan amanat kepada mereka untuk mensejahterakan seluruh masyarakat Indonesia,bukan untuk mensejahterakan keluarga mereka sendiri.Para pemimpin  bangsa bukanlah orang sembarangan,mereka semua adalah orang-orang ynag pandai,orang-orang yang berpengalaman dalam urusan ketatanegaraan,namun apa gunanya pandai dan tau jika mereka sama sekali tidak memiliki moral dan hati nurani.

            Untuk itu,sebagai masyarakat kita harus jeli dan berfikir seribu kali untuk memilih pemimpin bangsa sebagai perwakilan kita.Jangan hanya teriming-iming oleh uang yang diberikan sesaat,hal tersebut  tidak menjajikan kesejahteraan bagi kita.Untuk perubahan kedepannya,kita harus memiliki pemimpin yang bermoralkan pancasila,yakni memiliki moral Takwa,moral kemanusiaan,moral kebersamaan dan kebangsaan,moral kerakyatan dan terakhir adalah moral keadilan.Jika pemimpin kita menguasai kelima aspek moral tersebut,maka masa depan Negara kita Indonesia,akan lebih baik dibandingkan kepemimpinan di Era sekarang.Kesejahteraan masyarakat akan dinomor satukan.

            Bagi para pemimpin nasional,setidaknya memiliki semua cerminan moral pancasila,hal tersebut akan memagari diri kita sendiri untuk tidak melakuakan perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan oleh pemimipin bangsa.Moral yang paling penting adalah moral takwa,di dalam dimensi moral takwa dijelaskan hubungan seorang manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa.tentang sikap dan perilaku yang semestinya sebagai pemimpin serta perilaku menghargai pekerjaan,mempercayai kemampuan dan menghormati orang pada bidang pengabdiannya yang harus terpatri dalam tindak kesehariannya sebagai pemimpin.

            Selanjutanya yakni moral kemanusiaan,moral ini identik dengan sikap dan perilaku pemimpin menyadari adanya hak-hak asasi perangkat aturan kebersamaan yang melapangkan aktualisasi HAM dalm batas-batas tanggungjawab social bermasyarakat.Setelah moral kemanusiaan,moral ketiga adalah Moral kebersamaan dan kebangsaan ,aktualisasi moral ini berkaitan erat dengan semangat persatuan diantara sesame warga(pemimpin dan yang dipimpin).Mereka harus percaya dengan adanya kebersamaan dan kerjasama dapat mencapai tujuan.jika moral ini sudah tertanam didalam dada para pemimpin maka terbangunlah semangat kebangsaan dan pengabdian sebagai pemimpin.

            Dan moral kerakyatan menempati butir-butir ke empat moralisme pancasila,Dalam moral kerakyatan kepemimpinan bagi pemimpin tingkat nasional ditandai dengan sikap dan perilaku keterbukaan,konsitensi,dan kepastian dalam implementasi kebijaksanaan,jika moral ini dimiliki oleh pemimpin bangsa,maka pemimpin dengan sendirinya akan menyatu dengan mereka yang dipimpin,menyatu dengan rakyatnya,sehingga menjadi aspiratif,dan bebas dalam batas-batas kebersamaan bermasyarakat.

            Yang terakhir dari kelima moralisme pancasila adalah moral keadilan,moral ini berhimpit dengan semangat kebersamaan dan kebangsaan serta kemampuan menyeimbangkan pemenuhan hak dan kewajiaban dalam kehidupan kepemimpinan,ini merupakan moral yang memiliki kredibilitas dan kemandirian.


            Jika para pemimipin kita memiliki semua moral diatas,sistem pemerintahan di Negara kita yang dulunya diremehkan oleh Negara lain akan menjadi panutan bagi bangsa-bangsa lainnya.kita harus yakin,pancasila sebagai dasar Negara kita sudah sangat sempurna jika dimanfaatkan dan implementasikan secara terarah.

Comments

Popular Posts